Kamis, April 12, 2012
0

Alkisah, ada seorang anak yang

bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku

tadi cerita kalau ibunya selalu

membiarkan tangannya sendiri digigit

nyamuk sampai nyamuk itu kenyang

supaya ia tak menggigit temanku. Apa

ibu juga akan berbuat yang sama?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus

terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan

mengejar setiap nyamuk sepanjang

malam supaya tidak sempat menggigit

kamu atau keluarga kita.”

Mendengar jawaban itu, si anak

tersenyum dan kembali meneruskan

kegiatan bermainnya. Tak berapa

lama kemudian, si anak kembali

berpaling pada ibunya. Ternyata

mendadak ia teringat sesuatu. “Terus

Bu, aku waktu itu pernah dengar

cerita ada ibu yang rela tidak makan

supaya anak-anaknya bisa makan

kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak

itu mengajukan pertanyaan yang

hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan

suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja

keras agar kita semua bisa makan

sampai kenyang. Jadi, kamu tidak

harus sulit menelan karena melihat

ibumu menahan lapar.”

Si anak kembali tersenyum, dan lalu

memeluk ibunya dengan penuh

sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu

bersandar pada Ibu.”

Sembari mengusap-usap rambut

anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak,

Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu

supaya bisa berdiri kokoh di atas

kakimu sendiri, agar kamu nantinya

tidak sampai jatuh tersungkur ketika

Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu.

Karena tidak selamanya ibu bisa

mendampingimu.”

Ada berapa banyak orangtua di

antara kita yang sering kali merasa

rela berkorban diri demi sang buah

hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap

seperti itu bisa menumpulkan mental

pemberani si anak?

Jadi, adalah bijak bila semua orangtua

tidak hanya menjadikan dirinya

tempat bersandar bagi buah hati

mereka, melainkan juga membuat

sandaran itu tidak lagi diperlukan di

kemudian hari. Adalah bijak jika para

orangtua membentuk anak-anaknya

sebagai pribadi mandiri kelak di saat

orangtua itu sendiri tidak bisa lagi

mendampingi anak-anaknya di dunia.


Published with Blogger-droid v2.0.4

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email