Selasa, Oktober 09, 2012
0
Batik. Pakaian tradisional bangsa Indonesia yang mendunia. Batik menjadi fenomenal setelah UNESCO secara resmi mengakui dan memasukkan BATIK INDONESIA ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
 Disini anda tidak akan pernah menemukan  penjelasan mengenai apa itu batik? sejarah batik? macam motif batik? dan sebagainya. Karena kalau memang itu tujuan anda, mending langsung tutup aja postingan saya ini. Silahkan cari di Google yang sudah tersedia ribuan artikel mengenai batik. Karena pengetahuan saya mengenai batik sama minimnya sama kalian.


Disini saya hanya ingin berbagi apa dan bagaimana kemarin saya melewati HARI BATIK NASIONAL yang jatuh setiap tanggal 02 Oktober ini. Apa yang ada dipikiran kita saat mengetahui HARI BATIK NASIONAL? Pastinya tidak akan jauh-jauh dari yang namanya BAJU BATIK. Itu juga yang ada dalam pikiran saya. Terbesit dalam pikiran saya untuk ke kantor dan ke kampus dengan mengenakan batik pagi itu. Jujur saja saya sampai berdiri di depan almari selama semenit hanya untuk memantapkan mengenakan batik.
Saya memutuskan untuk mengenakan kaos oblong seperti yang saya kenakan saat ke kantor. Kenapa saya begitu drastis mengubah rencana awal untuk menggunakan batik. Bukan tanpa alasan saya membatalkan niatan saya. Saya hanya menempatkan posisi dimana saya berada. Saya bekerja di salah satu tempat usaha jual beli batu alam, granit, marmer yang sudah terkenal di seantero kota Semarang. Mungkin anda berfikirnya justru bagus dan pas menggenakan baju batik pas tanggal 02 Oktober ini. Tunggu dulu kawan, saya bekerja di bagian gudang. Tepatnya di bagian Logistik sekaligus merangkap sebagai pelaksana gudang. Bukan merupakan pekerjaan mudah untuk seorang yang non pengalaman.

Setiap harinya saya berkuat dengan bebatuan yang tingginya bahkan kebanyakan melebihi tinggi saya pribadi. Di gudang sudah terlalu penuh dengan bebatuan, bahkan untuk ke area depan pindah ke tengah maupun ke belakang pun sedikit mengalami kesulitan. Bukan karena tempatnya terlalu kecil tetapi barang nya yang terlalu banyak. Barang datang tidak seimbang dengan barang keluarnya. Lantas apa hubungannya dengan HARI BATIK NASIONAL? 
Pekerjaan saya yang selalu berbarengan dengan bebatuan, debu, kotoran  dan rasanya begitu berat untuk mengenakan baju batik hanya untuk di robek ujung-ujung bebatuan. Bukan saya tidak mau mengenakan batik tapi alangkah baiknya apabila kita mampu menempatkan baju batik sesuai tempatnya.
Terlepas dari bagaimana kita menyikapi HARI BATIK NASIONAL yang jelas sikap nyata kita terhadap semua warisan budaya dan lainnya lah yang perlu kita tunjukkan Bukan hanya sekedar ikut-ikutan memperingati HARI BATIK NASIONAL dengan menggenakan batik saja.
keep posting guys..
with love

AHMAD NURUS SIROT
 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email