Kamis, Maret 07, 2013
4
Rabu, 06 Maret 2013



Setiap hari kita selalu disibukkan dengan berbagai aktifitas yang ada, dan hal tersebut tak ubahnya menimbulkan kepenatan dibelakangnya. Sebagai makhluk sosial memang kita dituntut untuk seefesien mungkin memanage waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Jangan sampai apa yang kita kerjakan hanya untuk menghabiskan waktu semata tanpa ada hasil atau reward  yang bisa kita nikmati. Sehari yang terbagi atas 24 jam ini setiap individu pastinya sudah merencanakan apa-apa yang bakalan dilakukan untuk menggunakan jatah waktu harian tersebut. Ada waktunya kita untuk serius dan fokus terhadap apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita namun ada saatnya pula kita menggunakan waktu untuk sekedar menghabiskan hari. Entah bersama siapa yang jelas janganlah kita menyia-nyiakan sisa waktu tersebut.
Hampir sebulanan yang kita lewati agaknya perlu untuk sekedar reminding kembali tentang apa yang lampau kita kerjakan. Begitu halnya dengan hari ini, yang mana kesibukan masing-masing diantara kita agaknya memang sedikit membawa pengaruh dingin akan kebersamaan yang sudah terjalin. Kebersamaan di awal yang hangat harus terkikis secara perlahan dengan yang namanya kesibukan. Bukan rahasia umum lagi waktu yang sempit ditunjang dengan kesibukan yang entah disengaja membuat jarak itu semakin kentara. Perlu  dilakukan gebrakan-gebrakan guna untuk lebih melengketkan keharmonisan yang sudah terjalin sepanjang ini.
Bertemu dan menyisihkan sedikit sisa waktu yang ada merupakan salah satu jawaban atas permasalahan yang ada. Diperlukan sedikit keikhlasan hati dengan berbagi sedikit waktu bersama kawan merupakan opsi yang bisa dipilih sebagai langkah kecil namun bermakna luas. Tidak harus dalam bentuk yang mewah namun cukup dengan hal sederhana akan tetapi berkualitas. Memang tidak mudah meyakinkan banyak orang untuk sepengertian dengan kita akan tetapi itu bukan hal yang mustahil apabila benar-benar mau dilakukan.

Berangkat dari keinginan tersebutlah tercetus ide untuk mengajak beberapa kawan berkumpul mengenang dan bercengkerama bersama. Sebuah ide sederhana dan kecil namun begitu besar respon yang saya terima. Padahal di sebuah jejaring sosial saya hanya memasang dua nama namun beberapa kawan saling menyahut dan merealisasikan keinginan kecil saya. Sungguh merupakan usaha yang tidak sia-sia manakala ide itu bisa diterima banyak orang yang memiliki kepentingan yang sama. Sama-sama ingin reminding hal-hal yang sudah lalu namun juga banyak bicara mengenai masa depan dan sebangsanya.
Sebuah makan malam sederhana nan apa adanya namun cukup bisa larut di dalamnya. Cukup bisa untuk melepas rasa kangen terhadap sesama juga sebagai ajang penyambung tali silaturrahmi. Sebuah kegiatan yang selalu heboh dengan bayolan-bayolan yang terlontar begitu saja menambah malam yang akrap ini. Berlanjut di tempat dan suasana yang berbeda dan lebih bebas semakin menyokong arti dari kebersamaan itu sendiri. Malam yang melelahkan dihabiskan bersama bintang merupakan kado terindah untuk penutup hari ini. Dan hari esok kita masih harus kembali berjuang dengan masing-masing kesibukan kita.
Dan hari ini hanya bisa bersyukur bisa menghabiskan hari menikmati malam bersama bintang yang akan selalu bersinar terang di hati masing-masing dari kita. Semoga apa yang sudah dilalui bersama bisa menjadi salah satu kenangan manis yang oleh kita bisa dijadikan sebuah cerita kedepannya. Melalui tulisan ini hanya ingin memeluk erat kalian buat malam yang indah ini. Ucapan terimakasih dan penghormatan saya yang sebesar-besarnya buat kalian Kuspriyatna, Ricy Budi Suciningrum, Yenni Ratna, Dewi Indrayanti, Rina Handayani, Roni Tasriful Huda, Veta, Nanang Fauzi. Terima Kasih.

Salam sekawan,

AHMAD NURUS SIROT

4 komentar:

  1. betul yoth, makan-makan bareng temen itu penting. Asal nggak sering-sering biar dompet nggak kering. hehe

    BalasHapus
  2. °~=))••°wk.wk.wk°••=))~°. Kalau sering2 ngajak kere itu namanya mas..

    BalasHapus
  3. malam itu terasa singkat dengan kebersamaan n candaan kita :)

    BalasHapus
  4. Sangat singkat sekali namun paling tidak kangen ini sedikit terobati. Bener gak rin?

    BalasHapus

Twitter

Follow by Email