Selasa, April 23, 2013
1


Atmosfir perkuliahan mahasiswa regular pagi dengan regular sore memang terdapat sedikit perbedaan. Terbatasnya waktu yang dimiliki mahasiswa reguler sore menjadikan jam tatap muka perkuliahan sedikit kurang efektif. Juga terpangkasnya beberapa kegiatan penunjang perkuliahan seperti praktikum dsb. Sebagai mahasiswa sore hal tersebut merupakan sebuah keuntungan juga malapetaka. Pengetahuan lebih juga praktek-praktek yang di dapat mahasiswa pagi belum tentu didapat mahasiswa sore, namun dengan tervatasnya waktu perkuliahan nyatanya mampu diatasi oleh pihak institusilembaga perkuliahan melalui dosen pengampunya memberikan banyak tugas sebagai pengganti praktikum juga sebagai wahana untuk meningkatkan proses belajar dan minat membaca mahasiswanya.
Salah satu contoh perbedaan itu adalah praktek lapangan dimana mahasiswa dibagi kedalam kelompok-kelompok tertentu dan diberi tugas riset lapangan langsung. Bukan berarti kegiatan praktek lapangan mahasiswa reguler sore tidak didapatkannya hanya saja terbatasnya waktu (Sebagian mahasiswa reguler sore adalah karyawan) sehingga membuat kurang maksimalnya praktek tersebut.
Awal bulan April 2013 kemarin terpantau terdapat dua kelompok mahasiswa Arsitek Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang melakukan riset atau praktek lapangan ditempat kerja kami. Dengan datang bergerombol banyak sempat mengalihkan sedikit konsentrasi kita saat bekerja. Terlebih lagi disana yang mayoritas para lelaki matang membuat sekidit guyonan terhadap mereka yang datang, terutama mahasiswinya. CV ALERIA yang bergerak dibidang perdagangan jual beli batu alam merupakan lokasi yang tepat untuk dijadikan riset atau pasktek lapangan calon arsitek ini. Kebanyakan gedung dan bangunan prestisius di kota Semarang dan lainnya yang rata-rata menggunakan batu alam (marmer dan granit) sebagai lantai, dinding, meja, wastafel, dsb merupakan bagian dari pekerjaannya kelak. Oke, selamat datang di kantor kami dan semoga kalian kelak menjadi arsitek-arsitek yang membanggakan negara Indonesia terlebih lagi kota Semarang.

Salam,

AHMAD NURUS SIROT

1 komentar:

Twitter

Follow by Email