Rabu, April 03, 2013
2
Sumber : Google

Sebagai penyambung lidah orang dari jabatan tinggi tidak serta merta selalu menjadi kebanggaan. Ada kalanya hal yang kita lakukan terkadang menjadi sebuah bulan-bulanan amarah orang yang tidak suka. Dan pada saat omongan sang pemberi informasi tidak sesuai dengan kenyataannya maka sang penyambung lidahlah yang sering dan banyak mendapat hujatan, makian dari banyak pihak. Sedangkan sang pemberi informasi hanya bisa sekedar minta maaf kepada sang penyambung lidah dengan memberikan berbagai macam alasan tanpa harus menikmati beban mental dan moral. Lantas apakah dengan begitu sang penyambung lidah berhenti melakukan tugasnya? Tidak semudah seperti kelihatannya namun selama status mereka yang sebagai bawahan masih melekat selama itulah sang penyambung lidah masih akan tetap ada.
Selama ini reward yang diterima para penyambung lidah hanyalah pujian serta ucapan terima kasih akan tetapi justru cacian, makian, hujatan dan sampah serapahlah yang banyak mereka terima. Kalau saja tidak berhati besar maka sudah habis dan tamat riwayat para penyambung lidah. Sekalipun diawal para penyambung lidah seringkali mengutarakan bahwa mereka hanya menyampaikan informasi dari informan mereka namun toh segala bentuk kegagalan atau kesalahan selalu para penyambung lidah yang terbebani.

NB : "Penyambung Lidah" dalam arti positif.

Salam,

AHMAD NURUS SIROT

2 komentar:

  1. Wah iki curhat banget yo rot? hihihi... aku pas tukaran karo koncoku juga perlu penyambung lidah untuk mendamaikan kami berdua. Dan ternyata berhasil. Berhasil berpisah sih. Tapi untungnya pisahnya baik2. HUAHUAH.. aku kok melu2 curhat iki..

    (dzofar.com)

    BalasHapus
  2. Mas ndop pinter baca situasi dan kondisi ternyata. Hahahahahaha

    BalasHapus

Twitter

Follow by Email