Minggu, April 28, 2013
1


Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah uji kemampuan berbahasa Inggris yang awalnya ditujukan untuk memenuhi syarat melanjutkan kuliah di luar negeri dengan bhasa asli yang bukan bahasa Inggris. Namun sejauh ini fungsi TOEFL itu sendiri semakin berkembang sesuai kebutuhannya seperti sebagai bahan acuan untuk bisa diterima kerja di salah satu perusahan bonafit, baik bertaraf nasional maupun internasional. Namun secara umum merupakan sebagai tolak ukur pemahamahan kita mengenai bahasa inggris itu sendiri.
Hampir semua instansi perkuliahan maupun instansi sejenisnya mengadakan ujian ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral pembekalan mahasiswanya untuk bisa fasih berbahasa inggris setelah lulus sehingga nantinya lulusannya mampu berkembang dan bersaing di dunia usaha maupun industri yang digelutinya. Tentunya dengan segala fasilitas yang ditawarkan setiap kampus yang ada dan tinggal bagaimana mahasiswanya memanfaatkan sebaik mungkin fasilitas tersebut.
Di Universitas Semarang (USM) sendiri setiap semesternya membuka pelatihan TOEFL. Pelatihan yang diutamakan untuk mahasiswa semester tingkat akhir ini seyogyanya mampu menjadi jembatan untuk mengasah skill dan bakat bahasa inggris yang dimiliki setiap mahasiswa. Juga dijadikan sebagai syarat untuk mengikuti skripsi yang nantinya diharapkan selepas dari kampus mahasiswanya memiliki modal penguasaan bahasa asing yang lebih.
Kali ini TOEFL yang saya ikuti adalah ujiannya saja. Tidak mengikuti pelatihan-pelatihannya karena terbatasnya waktu dan efisiensi biaya. Jadi supaya tidak kewalahan sendiri menjalani rutinitas maka diambillah keputusan tersebut. Berbekal keyakinan dan modal penguasaan bahasa inggris yang minimal maka memantapkan diri mengikuti ujiannya saja.
Seperti yang kalian ketahui bahwa ujian TOEFL itu terbagi atas beberapa section. Listening Comprehension, Grammar Structure and Written Expression serta Reading Comprehension. Namun  akhir-akhir ini dibeberapa tempat menambahkan Writing yang  hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.
Tidak ada salahnya mengikuti test TOEFL ini karena memang banyak manfaatnya. Akan tetapi persiapkan secara matang karena memang bahasa inggris itu susah-susah gampang. Terlebih lagi bagi orang yang kurang minat dengan bahasa tersebut. Karena bagaimanapun juga test tersebut sangat diperlukan manakala kita benar-benar ingin meraih posisi penting di perusahaan skala nasional maupun internasional.

Selamat mencoba,

AHMAD NURUS SIROT

1 komentar:

  1. Tes TOEFL memang udah lama dipake untuk ngukur kemampuan bahasa Inggris. Tapi tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris tingkat perguruan tinggi yang digunakan untuk mendaftar kuliah ke luar negeri.

    Nah, makanya ETS (lembaga pencipta TOEFL) menciptakan TOEIC untuk yang mau ngukur kemampuan bhs Inggrisnya di dunia kerja. Biar kita menggunakan tes yang tepat untuk tujuan kita.

    BalasHapus

Twitter

Follow by Email