Minggu, Oktober 27, 2013
5

Layaknya dalam hal dunia politik, kali ini saya juga ingin menyampaikan pendapat seputar tiga bulan pertama saya mempunyai dan menggunakan perangkat Blackberry dalam berkomunikasi. Sebelum hari Raya Idul Fitri tahun 2013 kemarin saya memutuskan mengganti smartphone Android saya dengan gadget buatan RIM ini. Sejauh ini bersama Blackberry sudah banyak pengalaman yang dirasakan baik manfaat maupun kekesalan menggunakan handphone yang terkenal dengan BBMnya ini.
Blackberry sendiri diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember 2004 dan langsung menyedot minat masyarakat Indonesia untuk beralih dari handphone lamanya ke Blackberry. Layanan push e-mail yang real time langsung masuk serta telah terkompresi dan terscan membuat handphone ini sangat bermanfaat dan menuai banyak pujian. Adanya fitur eksklusif (kala itu) Blackberry Messenger (BBM) mampu menyedot minat tersendiri para konsumen potensial tanah air. Kesuksesan dan ketenaran RIM dengan Blackberry nya sendiri mendapat permasalahan tersendiri dengan Menkominfo Indonesia.
Tiga bulan memakai perangkat ini setidaknya aku mulai berfikir ulang, berfikir untuk mengganti perangkat ini dengan perangkat lain yang sekiranya mampu memenuhi hasrat dan fantasi saya. Tergoda untuk kembali mencicipi perangkat android dengan segala keunggulannya. Memang diakui chatting melalui BBM sangat menggiurkan apalagi didukung jaringan yang bagus namun dikala jaringan busuk tetap apa adanya. Jejaring sosial yang ditawarkan dalam perangkat blackberry pun terkesan nanggung yang tidak lebih baik dari pesaingnya. Belum lagi imaje "lelet" yang melekat erat dibenak penggunanya membuat banyak yang menginginkan pindah gadget.


Menggunakan sistem operasi tertutup membuat sebagian orang termasuk saya sedikit kurang bebas mengeksplore perangkat blackberry. Tampilan yang begitu-begitu saja lama-lama membuat jengah sekalipun bisa diakali dengan banyak theme yang disediakan di blackberry world namun serasa kurang puas. Permainan yang kurang beragam cukup membuat gamers seolah-olah hidupnya stagnan enggak bisa bebas. Dan yang terpenting adalah untuk berselancar ke dunia maya harus ikut paket data dari RIM yang belum merakyat sama sekali.
Sebenarnya masih banyak lagi ketidak puasan saya namun semuanya salah saya kenapa memilih perangkat ini. Namun niatan yang ingin mencicipi segala platform setidaknya ada pengalaman tersendiri saya pernah punya dan mencicipi perangkat blackberry secara eksklusif. Dan setidaknya dalam jangka waktu terdekat kepingin kembali ke platfrom robot ijo.

Salam Blogger,

AHMAD NURUS SIROT

5 komentar:

  1. Waah, ternyata masih asyik pakai android yaa. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah pernah memakai kedua platform tersebut??

      Hapus
    2. Belum sih, kalau bb paling pinjem aja sama org yg punya, ca aku pakai android. :D

      Hapus
  2. BBku tak gae sms an karo watsapan tok rot. BBM an pakai ipad gak pernah hang atau jam pasir. hehehe

    BalasHapus

Twitter

Follow by Email