Jumat, Juni 27, 2014
1


Dalam komunikasi sehari-hari terkadang terselip kata "terserah". Bahkan kata tersebut acapkali muncul manakala terdapat percakapan pertanyaan atau meminta pendapat. Secara harfiah, terserah memiliki makna bimbang, antara iya dan tidak. Keputusan bisa diambil sesuai dengan kemantapan hati masing-masing.
Dahulu saya juga sependapat dengan makna diatas. Setiap pendapat "terserah" berarti lampu hijau menuju kata "iya". "Terserah"nya saya hampir semua dikerjakan daripada ditinggalkan, namun sekarang "terserah" adalah tidak. Tidak dalam artian tinggalkan dan abaikan. Buat apa melaksanakan hal yang banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Salam Blogger

1 komentar:

  1. Kadang memang ambigu sama kata 'terserah', tapi kita bisa mengartikannya lewat ekspresi. :D

    BalasHapus

Twitter

Follow by Email