Selasa, Desember 25, 2012
0
Selasa, 25 Desember 2012


Masih dalam suasana suka cita Natal untuk itu saya sekali lagi ucapkan Selamat Hari Raya Natal bagi semua yang merayakan.
Kali ini saya ingin berbagi obrolan saya dengan dengan salah satu teman saya yang sedang bekerja di Negara Brunei Darussalam. Dia keturunan Cina juga dan beragama Kristen. Namanya Hendra Kazama'. Sudah cukup lama saya mengenal Ko Hendra. Anak ketiga dari lima bersaudara ini memutuskan bekerja di negara orang karena memang kerja disini (Indonesia) kurang menjanjikan dari segi finansial. Bukan karena pendidikannya rendah hanya saja dia suka tantangan apalagi koko dan cici nya juga sukses hidup di negara orang. Terhitung sampai sekarang kokonya tinggal di Aussie dan cici nya bahkan sudah menikah dan menjadi warga negara Taiwan.
Setelah lulus dari SMA Ko Hendra langsung mendaftar di PJTKI untuk melamar bekerja di luar negri. Berbekal usia yang masih muda dan spesifikasi yang dimiliki, dia di terima bekerja di salah satu perusahaan distributor barang-barang berbahan dasar plastik seperti tupperware. Disana di bekerja sebagai marketing. Berbekal bahasa Mandarin dan bahasa Inggris yang di kuasai nya, menjadikannya nilai plus dalam berkomunikasi dengan warga disana. Tinggal di mess bersama pekerja lainnya yang juga merata dari tenaga kerja Malaysia, Filipina, dsb.
Kemarin dia bilang bahwa pas kontrak kerja habis, dia tidak mau melanjutkan lagi apabila di perpanjang dengan kontrak baru karena dia ingin menikmati waktu yang terbuang bersama keluarga dengan berlibur ke Malaysia dan Thailand. Setelah itu mau fokus mencari pekerjaan antara di Aussie atau di New Zealand. Siang tadi saya menyempatkan mengirim pesan Natal sebagai tanda rasa keharusan saya sebagai keluarga. Dan seketika kita mulai mengobrol seputar natal itu sendiri. Ternyata Natal tahun ini Ko Hendra tidak pulang ke Indonesia dan tidak merayakan Natal. Hanya doa yang bisa dia panjatkan di hari ini, karena dia sadar dia sedang tinggal di negara Muslim yang tidak mengenal hari Natal. Disana hanya diberi libur satu hari saja sebagai penghormatan Hari Raya Natal.
Ini bukan Natal pertama yang tidak dia rayakan seperti pada umat kristiani pada umumnya. Dimana pada hari ini umat kristiani bersuka cita dengan gempita menyambut Natal, apalagi di rayakan bersama keluarga besar. Berdasarkan ceritanya, Natal di rumah sepi karena hanya ada Ibu dan dua adiknya saja. Kalau Natal koko dan cici nya tidak balik ke Indonesia untuk merayakannya. Mereka lebih suka dan lebih menunggu moment Imlek yang bakal jatuh pada tahun depan. Karena pas Imlek dijadwalkan semua keluarga pada berkumpul di Indonesia.
Seperti pepatah bilang, "Dimana bumi di pijak, di situ langit dijunjung". Dimana pun kita berada sekarang sudah seyogyanya harus menghormati dan menghargai adat-istiadat setempat. Bagaimanapun kita menumpang hidup disana dan sudah sepatutnya mematuhi aturan disana pula. Termasuk juga tidak bisa merayakan natal di negara muslim. Marry Christmas Ko Hendra, damai di hati damai di bumi.

AHMAD NURUS SIROT

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email