Minggu, Desember 17, 2017
0

Menjalin hubungan dalam bentuk pacaran bertahun-tahun tidak menjamin kita bakal menikah dengannya. Terkadang hubungan tersebut hanyalah sebagai pengisi kekosongan hati dua insan yang dimabuk cinta. Hanya bersenang-senang semata tanpa memiliki tujuan pasti kedepannya. SATU HARI NANTI, sebuah film anyar garapan Salman Aristo yang mulai tayang awal Desember ini patut dijadikan tontonan rekomendasi pasangan-pasangan muda yang sedang menikmati indahnya dunia pacaran.


Ini merupakan film 21+, itu artinya film ini memiliki konten dewasa yang hanya penonton cukup umur yang seharusnya boleh menikmatinya. Ada beberapa adegan yang memang cukup vulgar disana namun itu mendukung bagaimana jalan cerita film ini secara keseluruhan. Pemeran film ini bukanlah artis pendatang baru sehingga kalian bisa menilai sendiri kualitas aktingnya. Deva Mahendra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus Rahman, Ayushita Nugraha, Donny Damara, dan Maudy Kusnaidi menjadi jaminan kualitas dari film ini.


Negara Swiss merupakan latar dari film ini, hampir semua adegan dilaksanakan disana. Beberapa kota, hotel, café, taman, alat transportasi hingga tempat wisata ditampilkan dalam sebuah film berdurasi hampir 2 jam tersebut. Swiss dengan salju dan pegunungannya yang membuat wisatawan selalu berkunjung kesana setiap tahunnya menjadi daya tarik tersendiri rupayanya. Bahkan alasan negra tersebut yang netral dalam dunia politik dunia pun diterjemahkan dengan baik. Namun seefektif itukah film ini sampai harus jauh-jauh mengambil gambar disana?


Pemandangan alam dan kota di Negara Swiss jadi satu-satunya "jualan" dalam film ini. Pengambilan gambar yang indah membuat penonton sangat dimanjakan matanya. Jadi jangan heran kalau banyak adegan di tempat-tempat tertentu dijadikan alur cerita dan dialognya agak lama karena memang pemandangannya bagus. Apakah film ini akan sukses dipasaran? Data yang saya dapat dari filmindonesia.or.id film ini bahkan belum menyentuh 60.000 penonton iungga hari ini. Ini bukan kabar baik tentunya.


Film yang mengambil segmen dewasa ini sepertinya kurang begitu dinikmati mengingat ceritanya yang sudah terlalu biasa dan kurang berkesan. Dan sepertinya promosi dari film ini juga tidak terlalu kentara dibanding film-film lainnya yang tayang berbarengan. Namun sejatinya film ini memberi kita banyak pelajaran, kalau memang mau diresapi. Pelajaran hidup dimana kita terkadang berusaha untuk mencoba tidak salng menyakiti pasangan dengan berusaha menuruti kemauan pasangan kita. Tentang bagaimana kita harus berkomunikasi terhadap segala hal yang dijalani dengan pasangan. Tentang kesetian dan komitmen kita terhadap pasangan kita walaupun di luar sana ada yang mengganggu. Serta bagaimana tentang kejujuran diri kepada keluarga, pasangan dan orang-orang disekitar dan dewasa dalam bersikap, bertindak, bertanggungjawab atas segala resiko yang kita ambil. Semoga film ini juga menginspirasi dan bisa menjadi pembelajaran buat kalian semua.

Salam

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email