Minggu, Mei 05, 2019
0

De Tjolomadoe merupakan bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu yang pernah jaya pada tahun 1860an silam dan berhenti beroperasi pada tahun 1997 yang lalu. Melalui Kementrian BUMN, bekas pabrik gula yang memiliki sejarah panjang itu kini dijadikan museum dan berbagai kegiatan komersil yang mampu menarik minat masyarakat luas tidak hanya dari warga Solo Raya saja namun hingga mancanegara. De Tjolomadoe ini berada di Jalan Adi Sucipto No 1, Paulan Wetan, Malangjiwan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.


Bekas bangunan dari pabrik ini di pugar dengan mempertahankan bangunan aslinya pada tahun 2017 dan disetiap bagiannya difungsikan sesuai kebutuhan yang bisa dinikmati wisatawan. Tempat wisata dibuka mulai pukul 10.00 - 21.00 WIB dan apabila kalian hanya foto - foto di luar gedung tidak akan dikenakan biaya sepeserpun. Tiket masuk Rp 25.000,- per orang untuk masuk ke area museum nya, dimana isinya sama - sama membuat kagum dengan bangunan luar nya yang bersejarah. Penjualan tiketnya sendiri berada di depan gedung (museum) utama. 


Memasuki bangunan untuk museum kita akan dibuat terpana dengan bagian - bagian mesin masa lampau yang masih dipertahankan dan di alihkan fungsinya. Seperti hal nya Stasiun Gilingan yang difungsikan sebagai area museum, Stasiun Ketelan sebagai area kantin, Stasiun Penguapan sebagai area arcade, Stasiun Karbonatasi sebagai area art and craft serta Besali Café sebagai restoran, Sarkara Hall sebagai pelataran multifungsi dan Tjolomadoe Hall sebagai ruang konser dan aktivitas komersil lainnya.


Di Stasiun Gilingan kita akan terpana dengan mesin  besar di tengah - tengah bangunan yang instagramble. Disini terdapat berbagai foto pabrik gula pada masa lalu serta aktivitas - aktivitas  yang sudah terselenggara disana dan juga kunjungan - kunjungan orang ternama. Disini juga terdapat museum utama yang berisikan riwayat pabrik gula colomadu beserta alur produksi, penjualan hingga peralihan pabrik dari Mangkunegaran ke Belanda, Jepang dan kembali ke pangkuan bumi pertiwi. Tidak hanya itu saja, terdapat miniatur keseluruhan proses yang tertata apik dalam sebuah kaca. Di area ini juga terdapat miniatur seluruh bangunan pabrik yang cantik, terdapat beragam perangko masa lalu serta peralatan bekerja (mesin ketik, buku administrasi, buku tabungan, seragam kerja, dll).


Stasiun Ketelan sebagai area kantin berisikan street food makanan Indonesia dan juga kopi, tidak ketinggalan berbagai buah tangan tangan mulai dari kerajinan tangan, pakaian, makanan serta jasa lukisan kayu. Area ini merupakan area paling sepi diantara semua area yang ada disana. Stasiun Penguapan sebagai area arcade yang berisikan mesin - mesin produksi yang menjulang tinggi. Stasiun Karbonatasi terdapat Besali Café sebagai tempat istirahat ketika lelah bejalan - jalan sembari menikmati hidangan yang tersaji. Sarkara Hall berada di area outdoor yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan dan Tjolomadoe Hall di bagunan sebelah kanan yang difungsikan komersil untuk umum seperti menggelar konser, Pernikahan, dsb.


Sebagai pihak yang bertanggungjawab mengelola  bangunan heritage ini, Kementrian BUMN juga menyediakan berbagai fasilitas umum pendukung seperti toilet yang sangat luas dan bersih (di Stasiun Penguapan), Mushalla yang luas dan nyaman (area belakang bangunan / pintu keluar mobil) serta area yang ramah disabilitas. Dengan tiket yang murah dan tempat yang nyaman serta luas sangat cocok untuk menghabiskan waktu ketika sedang bepergian ke daerah Solo Raya. Semoga pengalaman perjalanan saya ini mampu menarik minat masyarakat, terutama milineial untuk bisa dan mau berkunjung ke museum yang instagramable dan penuh sejarah ini.

Salam

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email