Sabtu, Desember 08, 2012
0
Sebenarnya ini merupakan film lama hanya saja saya baru tahu dan mengunduhnya. Penasaran saja bagaimana kisah dalam film ini karena teman di kantor menyarankan film ini. Dilihat dari cover film nya sih terlihat film drama pada umumnya hanya saja kata teman ini merupakan film yang mengaharukan. Jadi saya penasaran dengan alur cerita filmnya.

A Moment To Remember

 
Film yang dibintangi Kim Su-Jin (Son Ye-Jin) dan Choi Ceol-Su (Jung Woo-Sung) ini berkisah dari Kim yang menunggu kekasihnya di stasiun yang mana dia adalah lelaki beristri. Sampai pada yang dijanjikan sang kekasih tidak nampak dan dengan putus asa Kim kembali ke rumahnya dengan sebelumnya mampir di sebuah minimarket untuk membeli minuman. Setelah membayar Kim keluar dan meneruskan perjalanan pulangnya namun meninggalkan minuman serta dompetnya. Sadar akan kebodohannya tersebut dia kembali ke minimarket tersebut guna mengambil barangnya yang tertinggal. Namun disaat yang bersamaan Choi keluar dari minimarket tersebut sembari membawa minuman yang mirip dengan yang dibelinya. Dengan cepat Kim menongok ke kasir dan minumannya telah tiada. Dipikirnya minuman Kim diambil Choi. Pada saat Choi akan meminum minumannya dengan segera Kim menyambar minuman tersebut dan meminumnya. Setelah habis diminumnya, Choi pergi tanpa sepatah katapun dengan Kim. Dengan muka bangga telah merebut kembali minumannya (pikirnya) Kim terhentak manakala kasir memanggil namanya dengan menunjukkan sebuah dompet dan sebotol minuman yang di belinya tadi. Sontak seketika Kim merasa bersalah.
Dan sial atau untungnya itu bukan merupakan pertemuan terakhir mereka. Keduanya bertemu kembali saat Kim diajak ayahnya untuk meninjau lokasi bangunan yang sedang dikerjakan ayahnya. Kim yang tidak mau menemani ayahnya meninjau langsung karena disana banyak debu. Choi yang sedang kesal dengan partner kerjanya akhirnya pergi turun kebawah dan melewati mobil yang ditumpangi Kim. Disitu Kim dibuat kaget karena dipertemukan lagi olehnya di tempat yang lain. Pada saat Kim sedang mengunjungi rumah yang akan di desain ulang, dia menemukan bahwa bangunannya nampak tidak layak sehingga dia menawarkan diri untuk membantu memperbaikinya, Tentu saja dengan bantuan anak buah ayahnya. Tanpa di duga bahwa yang dikirim ayahnya untuk memperbaiki rumah tersebut tidak lain adalah Choi, disana Kim terlihat sangat malu dan gugup. Saat semua urusan sudah beres dan hendak pulang, Kim dicopet dan diselamatkan oleh Choi. Dan dari situ pula benih-benih cinta Kim kepada Choi tumbuh.
Disini sangat kontras terlihat Kim dalam usahanya menjerat cintanya Choi, namun sangat berbanding 180 derajat dengan Choi yang malah bersikap acuh tak acuh dan cuek. Bukan berarti dengan begitu Kim menyerah begitu saja, justru dia semakin agresif menunjukkan sinyal-sinyal kesukaannya pada Choi. Saat Choi sedang berkumpul dengan sengaja Kim dan kawan-kawannya melewati tempat itu dan berjalan sok anggun dengan harapan Choi bakal menggodanya namun ternyata teman-temannya yang ramai sendiri. Sampai pada akhirnya mereka duduk bareng dan Choi menawari segelas kecil minuman sembari memuali obrolan "Kalau kamu minum maka kamu akan menjadi pacar ku". Sontak seketika Kim tanpa ragu lagi menenggaknya tanpa sisa. Dan mulai saat itu pula kisah percintaan mereka dimulai.

Seperti halnya pasangan lain di dunia bahwa awal-awal mereka berpacaran selalui dilalui dengan suka cita. Sampai pada akhirnya Kim membicarakan niatnya untuk kelangsungan hubungan mereka yang dinilai sangat stagnan. Kim menginginkan ikatan pernikahan. Berharapnya Choi menerima idenya namun sekali lagi berbanding terbalik 180 derajat, Choi menolaknya. Bukan tanpa alasan dia menolaknya, dia menyadari bahwasanya profesinya sebagai pekerja kasar dirasa tidak mampu membahagiakan Kim kelak. Namun Kim tak hentinya selalu berusaha meyakinkan bahwa dia menerima apa adanya. Ditambah lagi desakan dari ayah nya yang ingin segera bertemu dengan calon menantunya itu. Sampai pada suatu makan malam dimana sekal lagi Kim menyatakan niat menikahnya namun lagi-lagi Choi dibuatnya marah dan tanpa sepengetahuan Choi, kim mengundang keluarga nya untuk bergabung makan malam. Disitu Choi sangat terkejut begitu pula ayah Kim yang nota bene merupakan atasan Choi di tempatnya bekerja.
Disaat keheningan makan malam tersebut Kim meminta diri untuk ketoilet. Disaat itulah baru terjadi pembicaraan antara Choi dan ayah Kim. Disaat sedang serius bicara tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara pengunjung lainnya yang memergoki Kim terjatuh pingsan. Dan dengan sigap Choi membopong Kim ke Rumah Sakit. Setelah Kim siuman Choi lah yang dia cari. Dengan adanya kejadian seperti itu ayah Kim akhirnya memberi restu mereka untuk membina keluarga. Dan kehidupan yang sebenarnya seyogyanya barulah dimulai.

Diawal pernikahan berbagai hal konyol kentara terjadi seperti sedia kalanya, yang mana saat Kim mencoba untuk membuatkan Choi menu makan malam yang ada justru masakan gosong dan sebagainya. Sebagai suami yang pengertian Choi mengubah isi dan bentuk dapurnya dan terlihat indah dan modern tanpa sepengetahuan Kim dan merupakan surprise darinya untuk Kim. Semakin hari semakin romantis kehidupan rumah tangga mereka berdua. Mereka juga berencana membangun rumah idaman di suatu bukit yang luas namun semua nya tidak terwujud karena semau hasil tabungan selama ini habis untuk melunasi hutang ibunya Choi dan membebaskan ibunya dari penjara dengan uang jaminan. Sebenarnya Choi sangat kecewa akan hal itu namun Kim justru senang karean dengan ini hubungan Choi dan ibunya bisa kembali harmonis setelas sekian lama bertengkar.

Konflik baru terjadi ketika Kim menyadari bahwa akhir-akhir ini dia sering lupa dengan arah jalan pulang kerumahnya. Dan dia menceritakan hal ini kepada teman-teman kerjanya yang justru malah menjadikan bahan ledekan buatnya. Penasaran dengan keanehannya Kim memutuskan untuk menemui dokter spesialis untuk memeriksa keadannya. Dan sang dokter memberitahunya bahwa dia hanya kecapean dan depresi dan menyarankan untuk kembali check seminggu kemudian. Namun Kim justru menemui dokter dua minggu kemudian. Disitulah sang dokter mulai curiga dan melakukan serangkain test dalam. Dan hasilnya diluar dugaan, Kim menderita penyakit keturunan keluarga Alzheimer. Dia sangat syok, tidak mungkin usia yang masih sangat muda sepertia dia bisa terkena penyakit itu.
Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Kim kembali kerumah seperti biasa dan melayani suaminya. Namun kejadian tidak berhenti disana saja, sang mantan kekasih Kim dahulu kini bergabung dengan dimana Kim bekerja dan hal itu membuat Kim semakin ingin memutuskan berhenti bekerja (setelah sebelumnya disarankan untuk berhenti bekerja oleh dokter). Keputusan berhenti kerja nya Kim awalnya membuat Choi kaget namun dia selalu berfikir positif dan mendukung apapun pilihan istrinya. Awalnya dia meragukan keputusan istrinya karena sedari muda sudah terbiasa dengan kesibukan diluar rumah. Keputusan tersebut pula yang membawa mantan kekasih Kim mengunjunginya di rumah dan mempertanyakannya. Semakin hari penyakit Kim semakin parah dan Choi semakin curiga, sampai akhirnya dia menemui dokter untuk mempertanyakan kondisi istrinya. Saat diberitahu betapa hancurnya hati Choi namun dengan sikap dewasa nya dia mampu menyembunyikan itu semua kepada istrinya. Melihat sikap Choi yang agak berbeda memberanikan Kim untuk terbuka mengenai penyakitnya.

Berita penyakit Kim sudah terdengar ke telinga kedua orang tuanya dan mereka berniat untuk mengasuhnya karena memang penyakit itu akan mematikan sejumlah organ tubuh Kim dan mereka tidak mau terlalu membebani Choi. Namun Choi bersikeras hati bahwa dia sanggup merawat Kim, karena Kim adalah istrinya maka dia merupakan tanggung jawabnya. Sampai pada posisi dimana KIm tidak mengenali siapa-siapa termasuk suaminya Choi. Disitu perasaan Choi hancur seketika namun dengan tekad nya yang sudah bulat dia selalu menerima dan merawat Kim seperti sedia kala. Puncaknya adalah ketika Kim menyadari bahwa selama ini dia telah melukai perasaan Choi dengan mengganggap nya seolah-olah mantan kekasihnya yang dahulu sangat dia cintai. Kim memutuskan untuk kembali kerumahnya dengan meninggalkan sepucuk surat kepada Choi.

Surat yang berisi ungkapan hati Kim selama ini dan meminta Choi untuk menemui ayahnya. Namun yang terjadi setelah Choi menemui ayahnya adalah didapatnya selembar kertas surat cerai yang diajukan Kim untuknya. Namun Choi justru merobeknya karena dia tidak mau berpisah dengan Kim. Choi menemui Kim dimana dia dirawat dan dia benar-benar sudah tidak ingat apa-apa. Namun dengan rasa kecintaan yang luar biasa kepada Kim, Choi tidak serta merta mengalah dengan keadaan. Dia ingin menemani Kim disana bahkan dia diberi kesempatan untuk jalan-jalan bersamanya. Dan tempat pertama yang dikunjungi adalah sebuah minimarket dahulu pertama kali mereka bertemu. dan ketika akan masuk, Choi membantu membukakan pintu dan disambut kasir toko yang sudah mulai berumur dan didalamnya berkumpul semua keluarga Kim dan Choi. Ada haru didalam sana yang membuat semua nya menangis. Dan disaat itu pula Choi mampu mengajak Kim untuk berjalan0jalan berduaan.
Bagaimana kondisi dan keadaan pasanganmu, cintailah dan hargailah dia sebagaimana dahulu pertama kalian saling mengenal. Dalam film ini yang saya tangkap adalah dua hal, yaitu Kesetiaan dan Memaafkan. Semoga dengan hadirnya tulisan ini senantiasa membuka mata dan batin pasangan-pasangan yang akan segera menuju pelaminan untuk senantiasa menyayangi pasangannya sampai akhir hayatnya.

Have a nice weekend,

AHMAD NURUS SIROT

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email