Minggu, Agustus 18, 2013
2

Hasrat manusia yang haus akan kenikmatan selalu untuk berusaha menggapai sebisanya dengan maksimal, apalagi untuk urusan kuliner. Selama kita bisa dan mampu, tidak ada salahnya untuk bergerilya mencicipi aneka santapan yang disajikan di warung makan, resto, kedai, maupun tongkrongan. Sesekali memanjakan lidah bukan merupakan bagian dari pemborosan keuangan namun tidak ada salahnya menikmati hasil jerih payah yang selama ini kita kerjakan. Sekalipun pada akhirnya menu yang ditawarkan sama, paling tidak ada sesuatu pembeda yang bisa kita rasakan dan nikmati.
Buka puasa terakhir kemarin, saya berkesempatan mencicipi hidangan dari salah satu resto di kawasan Simongan Raya. Adalah Delman Resto yang menjadi tempat berbuka puasa kami. Sesuai dengan namanya, resto ini mengusung alat transportasi jaman dahulu "Delman" sebagai lambang dan ciri khasnya. Keberadaannya sendiri sudah sangat dikenal luas oleh para pecinta kuliner Semarang maupun luar kota. Mengusung adat jawa menjadikan resto ini berbentuk seperti rumah-rumah adat jawa namun dengan begitu tidak juga meninggalkan sisi modern di dalamnya.


Memasuki suasana dalam resto, kita akan disambut dengan ruangan makan bergaya outdoor. Sangat cocok menikmati santapan disana waktu malam disaat cuaca cerah, selain disajikan makanan yang menggugah selera kita juga bakal ditemani suasana hangat serta taburan bintang yang sangat cantik. Dibagian dalamnya kita bakal dimanja suasana yang sangat nyaman dengan suasana klasik khas Jawa. Terdapat juga ruangan berbentuk Gazebo-Gazebo yang bisa dijadikan alternatif tempat makannya dengan gaya santai. Sejauh mata memandang, Delman Resto tidak cukup luas namun mampu untuk menampung para tamu yang hadir.
Sajian makanan yang ditawarkan cukup beragam sehingga mampu disesuaikan dengan selera kita masing-masing. Ada masakan Indonesia, Barat maupun Oriental yang cocok untuk santapan makan siang maupun makan malam. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, sepadan dengan apa yang kita dapatkan. Yang mungkin bisa dijadikan catatan untuk pihak manajemen adalah kebersihan ruangan makan, utamanya yang di Gazebo. Meja makan yang bertumpu pada sebuah kaca menyisakan bau amis dari pengunjung-pengunjung sebelumnya. Sekalipun sudah dibersihkan namun bau tersebut masih tercium cukup tajam, setidaknya saat membersihkan diberi sedikit pengharum supaya mampu menetralisir bau yang ada.

Salam,

AHMAD NURUS SIROT

2 komentar:

  1. Andai tempatnya lebih detail, hehehe..
    Juga harganya lebih detail dong mas, supaya kita ngga ragu kalo mau masuk ke sana. Maklum, kantong mahasiswa. :))

    BalasHapus
  2. wah makanannya lupa belum difoto nih. trus harganya juga, minimal satu jenis makanan plus harga hehe

    BalasHapus

Twitter

Follow by Email