Senin, September 02, 2013
2


THINGS WE WANT TO REMEMBER WE FORGET, THINGS WE WANT TO FORGET WE REMEMBER.

Best Of Time menjadi film perwakilan Thailand dalam acara The 82nd Annual Academy Award yang menjadikannya film yang harus ditonton. Film yang rilis 05 Maret 2009 ini berkisah tentah analisa memori manusia dengan segalanya isinya. Memori indah mengenai sesuatu hal yang paling ingin dilakukan menghilang begitu saja dari ingatan sementara memori buruk dengan segala kenangan yang ingin dilupakan justru melekat kuat dalam ingatan.
Keng, seorang dokter hewan yang harus menjalani hukuman sosial karena ketahuan mengendari mobil sambil mabuk. Mendekam di penjara selama beberapa jam bersama sahabatnya, Ohm akhirnya mereka bebas setelah mendapat jaminan dari Fai (mantan istri Ohm, cinta pertama Keng). Hukuman sosial yang harus dijalani Keng adalah mengajar komputer untuk warga lansia. Keinginannya memberi materi MS. Word mendapat cibiran dari para muridnya disana. Di usia yang tidak muda lagi mereka hanya membutuhkan komunikasi melalui sebuah messenger yang lagi ngetrend, Hi 5 dan MSN Messenger.
Mr. Jamras, seorang petani durian yang rela menempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Provinsi Chumphon ke Provinsi Bangkok untuk mengikuti sekolah khusus warga lansia ini. Motivasi utamanya bukanlah untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan melainkan untuk mendekati janda yang sama-sama sekolah disana, Ny. Shompis. Film ini mampu mengahdirkan dua kisah percintaan beda generasi yang saling berhubungan, sekalipun kisah cinta Mr. Jamras dengan Ny. Shonpis sangat dominan, sedangkan Keng dan Fai yang nampaknya kurang mendapatkan chemistry antar pemain.


Konflik terjadi saat Ny. Shompis kabur dari rumah untuk tinggal di rumah Mr. Jamras, Keng yang merupakan guru dari keduanya ikutan terlibat masalah ini. Disana diceritakan bagaimana Mr. Jamras memilih tinggal diperkebunannya ketimbang ikut anaknya yang sudah sukses di Bangkok. Juga alasan mengapa Mr. Jamras bisa begitu kuat menghadapi hidup yang begitu kejam yang terispirasi sebuah pohon apel madunya. Sekembalinya Ny. Shompis, Keng dan Fai ke Bangkok membuat Mr. Jamras merasa kesepian. Keluar dari supermarket, seolah-olah Mr. Jamras merasa asing dengan kota tersebut. Otaknya yang dipaksa dengan keras untuk mengingatnya membuat dia jatuh pingsan seketika. Hasil pemeriksaan kesehatan Mr. Jamras menunjukkan beliau mengidap alzheimer.
Merasa kurang nyaman dengan atmosfir Bangkok, Mr. Jamras meminta bantuan Keng untuk mengantarkan kerumahnya di Provinsi Chumphon. Namun mengingat kondisi beliau, Keng memutuskan untuk mengantarnya ke rumah anaknya, selain bakal ada yang merawat beliau juga perkebunan disana akan dijual. Dengan penyakit yang dipunyai, Mr. Jamras menolak pinangan Ny. Shompis untuk menemani hidupnya namuan beliau justru menyuruh Ny. Shompis untuk ikut anaknya pindah ke Amerika Serikat. Dengan bermodal MSN Messenger mereka masih bisa berkomunikasi. Sadar akan makna pohon apel madu yang ada di perkebunan Mr. Jamras membuat Keng dan Fai membeli pohon tersebut dan membawanya ke Bangkok untuk ditanam di halaman rumah anak Mr. Jamras.

Selamat menonton,

AHMAD NURUS SIROT

2 komentar:

  1. Kalimat pertama itu keren banget. Sesuatu yg kita ingin lupa malah keinget terus. Demikian sebaliknya. Jadi kalau mau melupakan orang mending diinget2 aja yaa Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau itu kayaknya enggak jaminan deh mas ndop. Semakin diingat justru akan semakin teringat.. hehehehehehe

      Hapus

Twitter

Follow by Email