Kamis, Januari 08, 2015
4


Akhir-akhir ini sebagian masyarakat mengeluh akan langkanya LPG 3 kg di pasaran. Tanpa tahu penyebabnya namun cukup membuat pusing yang tidak karuan. Terbatasnya pasokan LPG 3 kg ini menyulitkan ibu rumah tangga dalam menjalankan aktivitas hariannya. Selain itu juga dikhawatirkan harga jual akan melonjak jika persediaan barang terus terbatas.
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG, terdapat dua kategori masyarakat pengguna yang berhak menggunakan LPG 3 kg adalah rumah tangga dan usaha mikro dengan ketentuan :
1. Memiliki Kartu Tanda Penuduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
2. Memiliki penghasilan tidak lebih dari Rp 1.500.000,- dengan dibuktikan melalui slip gaji atau pengeluaran per bulan tidak lebih dari Rp 1.500.000,- atau dengan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat.
Untuk dapat melakukan transaksi pembayaran elektronik, pemegang kartu kendali harus melakukan aktivasi terlebih dahulu dengan mengisi saldo dalam kartu (Top Up). Caranya dengan menyetor sejumlah uang yang diinginkannya langsung ke tempat-tempat yang sudah ditentukan. Dengan begitu pengguna kartu kendali dapat membeli LPG 3 kg tanpa menggunakan uang tetapi menggunakan saldo yang disimpan di dalam chip kartu pengendali.
Dengan adanya kartu pengendali LPG 3 kg diharapkan masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan gasnya tanpa terkendala namun dengan diberlakukannya kartu kendali ini juga pihak-pihak terkait diminta untuk menjaga kestabilan LPG 3 kg karena merupakan salah satu bahan vital masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Serta agar bisa terkontrol harga jual sesuai yang disarankan pemerintah dan mencegah masyarakat kembali ke jaman dimana memasak menggunakan kayu bakar karena akan menambah kerusakan lingkungan.

Salam Blogger

4 comments:

  1. Harapan atas kartu yang bagus, tapi mengingatkan kita atas program pemerintah terkait kartu sakti Pak Jokowi yang masih amburadul.
    Selama bertujuan baik untuk mensejahterakan masyarakat, semoga program yang akan dilaksanakan dapat diberi kemudahan dalam pelaksanaannya. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga masyarakat dapat menikmati apa yang sudah dijanjikan tanpa harus bersusah payah mendapatkannya.

      Hapus
  2. Berbelanja dengan kartu seperti itu akan lebih mudah, ya. Semoga masyarakat yang punya kartu itu mengerti dengan baik maksud, tujuan, dan cara penggunaannya.

    BalasHapus
  3. Sepertinya masih dibutuhkan sosialisasi terutama di daerah pinggiran atau perkampungan, selain banyak yang mendapat kartu kendali mereka juga mungkin masih asing dengan kartu serta penggunaannya.

    BalasHapus