Minggu, Januari 21, 2018
0

Kalau mendengar Batik, kebanyakan masyarakat selalu berfikiran Kota Solo dan Yogya. Padahal sejatinya Kota Batik berada di Kota Pekalongan. Berada di jalanan Pantura menjadikan kota ini sangat sibuk karena menjadi salah satu penyambung jalan dari Jawa Barat ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Hanya butuh kurang dari 3 jam dari Semarang untuk sampai disana. Sebenarnya Pekalongan tidaklah terlalu luas namun kekayaan alam disana menjadikannya kota dengan potensi yang bagus jika digarap dengan serius.Wisata alam seperti air terjun, pantai, serta wisata budaya dan sejarah mereka miliki dan beberapa bertaraf nasional.


Kala kita berkunjung ke Pekalongan jangan lupa untuk membawa buah tangan batik dalam bentuk apapun itu. Rugilah kalau tidak membelinya, mumpung berada di surganya batik loh. Dan jangan lupa untuk mampir di Museum Batik Nusantara nya juga yah. Berada di Jalan Jatayu No 3, Panjang Wetan, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Bangunannya sendiri berada di depan Alun-Alun Jatayu, bersebelahan dengan Masjid Agung serta Gereja Katedral. Sudah dipastikan di sekitar sini warga nya memiliki tingkat toleransi yang besar.


Museum Batik Nusantara ini diresmikan oleh Presiden RI ke - 6, Bp. Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Juli 2006. Tiket masuknya murah cuma Rp 5.000,- saja. Sedikit info yah, pada  02 Oktober 2009 UNESCO memasukkan Batik dalam Daftar Representatif Sebagai Budaya Tak - Benda Warisan Manusia. Dan Kota Pekalongan terpilih sebagai jaringan kota kreatif kategori Craft and Folk Arts satu-satunya di Indonesia dan Asia Tenggara oleh UNESCO. Jadi tidak salah kalau Museum Batik ini berdiri di Kota Pekalongan. Yakin tidak mau mampir kesini?


Museum ini memiliki 3 ruang pameran batik, workshop, souvenir serta café. Ruang pameran 1 berisikan contoh kain batik dengan pewarna alami dan kimia serta bahan-bahan pewarna alami maupun kimianya. Ada juga macam-macam pembuat lilin, cap batik, canting, kain batik, serta sepasang manekin yang dipakaikan baju pernikahan dengan adat setempat. Tidak lupa berbagai bunga dan kemenyan juga terpampang nyata disana yang menjadi sangat mistis auranya. Apalagi saya diruangan itu sendirian tanpa guide dan pintu ditutup rapat, merinding dan seketika memilih keluar.


Ruang pameran 2 dan 3 berisikan koleksi batik dari berbagai daerah dan beberapa merupakan sumbangan dari masyarakat serta tokoh nasional. Bahkan terdapat satu batik sumbangan dari Ibu Ani Yudhoyono disana. Banyaknya jenis varian batik membuat seketika ingin memiliki semua nya, beberapa batik tampil cantik dalam sebuah manekin. Disetiap ruangan memang harus tertutup, bahkan ketika ketika masuk ke satu ruangan harus menutup pintu nya kembali. Mungkin agar supaya tidak angin yang masuk dan merusak tatanan batik yang ada disana, tapi tenang saja karena ruangannya ber AC sehingga sejuk.


Selesai dari ruangan pameran kita bisa melanjutkan ke ruang workshop dan souvenir. Disini kita bisa belajar membatik sendiri. Yah, kita akan diberi kain kecil dan membuat motif batik cap sendiri dan membatiknya sendiri. Nantinya hasil membatik bisa kita jadikan buah tangan dan gratis. Disini juga terdapat beberapa souvenir seputar batik yang bisa dijadikan oleh-oleh. Saya pribadi tidak mencoba membatik karena malu sendirian disana.


Tempatnya yang berada di tengah kota menjadi alternatif masyarakat sekitar dan wisatawan untk berkunjung kesana. Selain itu tiket yang murah seharusnya mampu menarik lebih banyak pengunjung. Walau museum nya tidak terlalu besar namun tempatnya sangat sejuk karena ada taman di tengah bangunan. Kapan kalian akan mampir ke Museum Batik Nusantara di Pekalongan ini?

Salam

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email