Minggu, Oktober 07, 2018
0

Tujuan saya menginap disini adalah ingin shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Semarang (yang lebih dikenal dengan nama Masjid Kauman). Karena dari hotel ini hanya butuh waktu 5 menit dengan berjalan kaki untuk sampai di masjidnya. Ini memang bukan satu-satunya hotel yang terdekat dengan masjid kauman, namun ada beberapa yang menjadi pertimbangan kenapa saya memilih hotel ini. 


Hotel Semesta Semarang, hotel berbintang tiga yang berada di jalan K. H. Wahid Hasyim no 125 - 127, Bangunharjo, Semarang Tengah dan berkonsep syariah. Hotel ini tidak menerima tamu lawan jenis tanpa ikatan pernikahan yang sah dimata Negara. Bahkan kamarnya sendiri terpisah untuk tamu laki-laki dan perempuan. Selesai check in, untuk tamu laki-laki diberi kamar sebelah kanan resepsionis sedangkan perempuan sebelah kirinya. Tentunya masing-masing area dengan lift di kanan maupun kiri resepsionis.


Ketika saya mau check in terdapat 3 orang di depan namun hanya 1 pegawai yang melayani, mengingat itu jam 4 sore mungkin sedang ganti shift atau gimana. Namun rasanya kurang etis untuk hotel berbintang 3 menempatkan cuma 1 pegawai resepsionis bagaimanapun kondisinya pada saat itu. Lobinya cukup luas dan terdapat playground buat anak-anak bermain. Terdapat banyak tempat duduk yang juga sebagai tempat menerima tamu terlebih lagi bukan muhrim karena dilarang bertemu dan dibawa ke kamar. Banyak buku-buku dan majalah yang disediakan tetapi sepertinya di jual. Di lobi juga terdapat Semesta Tour and Travel, ticketing online berbagai maskapai penerbangan, kereta api maupun travel yang bisa dipesan langsung disana.


Ekspektasi untuk hotel ini adalah hotelnya yang biasa saja mengingat kelihatannya hotel ini tidak terlalu ramai serta bukan salah satu hotel favorit wisatawan. Namun setelah masuk ke dalam kamarnya, saya serasa digampar dengan keras. Don't judge book by cover ini benar-benar berlaku dalam segala hal dan segala situasi. Kamar hotelnya sangat luas, bahkan masih ada space buat kursi santai dengan mejanya. Lantai kamarnya pakai karpet bukan marmer apalagi keramik.


Yang membuat saya semakin takjub adalah adanya kulkas mini di kamar, serta kamar mandinya bathup. Padahal saat itu saya dapat promo Agoda hanya membayar Rp 166.000,- (termasuk pajak, exclude breakfast) dari aslinya kisaran Rp 250.000,- sehingga kedua fasilitas tersebut terlihat WAH dengan harga yang saya bayarkan. Fasilitas pendukung sama layaknya hotel-hotel berbintang lainnya seperti ketel air beserta teh, kopi, gula, krimmer serta 2 botol air mineral serta gelas dan sendoknya. Peralatan mandi juga sudah disediakan walau tidak pernah saya gunakan. Yang disayangkan adalah tidak disediakan keset untuk didepan kamar mandi.


Sama seperti Hotel Aziza Solo dan Hotel Sofyan Inn Jogya yang juga berkonsep hotel syariah maka setiap kamar pasti sudah disediakan sajadah dan Al-Qur'an, ini yang saya sukai. Setiap bepergian dan menginap di hotel saya selalu bawa sajadah, dan dengan menginap di hotel syariah maka saya bisa mengurangi beban yang harus saya panggul di dalam tas. Di hotel ini terdapat banyak ruang lemari untuk meletakkan pakaian, colokan charger tidak terlalu banyak namun cukup kalau datang sendirian.


Ketika subuh menjelang, suasana lobi agak horor mengingat hampir semua penerangan dimatikan. Dan ada mitos pula bahwa hotel ini angker, namun ya selama saya menginap dari awal sampai check out saya tidak mendapat gangguan sama sekali. Mungkin itu cuma mitos saja. Sering-sering saja memantau hotel ini melalui OTA siapa tau dapat harga murah seperti saya dan bisa mencicipi spesialnya hotel ini. Bahkan saya bakal kesini lagi suatu saat nanti, tentunya ketika sudah memiliki pasangan yang halal. 

Salam

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email