Senin, Januari 01, 2018
0

3 Tahun terakhir saya melewati pergantian tahun baru dengan tidak biasa. Disaat yang lain nya gegap gempita menikmati kembang api atau alunan musik dari panggung, saya malah asyik berkelana di pulau kapuk. Apakah saya menyesalinya? Itu biar menjadi urusan dan kenangan saya. Dan pergantian tahun baru ini saya memutuskan untuk keluar, tidak hanya dari rumah melainkan dari Kota Semarang. Dan saya menepatinya.
Tahun 2017 bukanlah tahun yang indah, karena dalam setahun pastinya kita bakal mengalami beberapa kejadian yang tidak kita sukai. Dan itu manusiawi. Tidak perlu mengingkarinya, kita semua pasti merasakannya. Tahun lalu, saya hanya diberi cuti kerja 2 kali setahun, terbagi atas 1 hari di semester pertama dan 1 hari di semester selanjutnya. Bisa dibayangkan betapa berharganya cuti tersebut kan?
Cuti pertama saya ambil pada bulan Februari yang bertepatan dengan acara Kirab Budaya HUT Solo ke 272. Dan pada saat itu, tiba-tiba saya menangis kala kirab sampai di depan saya. Secara spontan saya mundur dan memtuskan untuk kembali ke hotel. Saya tidak tahu kenapa saya bisa tiba-tiba menangis dan ternyata itu karena sebuah alasan. Cuti kedua saya ambil pada bulan Oktober, dan tidak ada yang bisa dijadikan kenangan di liburan yang masih di Solo juga. Dan dari kesemuanya itu memberi saya sedikit pembelajaran berharga. Bahwa manusia rajanya berencana tetapi Tuhan lah raja segala raja dan Bahagia itu kita yang atur, jadi ketika kita tidak bahagia jangan pernah menyalahkan orang lain.
Jangan mengira kehidupan saya itu selalu bahagia. Apalagi kalian yang memantau postingan saya di media sosial yang sering pelesiran pastinya kalian memiliki stereotip tersendiri terhadap saya. Memang itu tujuan utama saya, bahwa saya ingin memperlihatkan apa yang ingin kalian lihat. Karena pada dasarnya kita sebagai manusia tidak terlalu peduli dengan urusan dan permasalahan orang lain. Jadi banyak diantara kita yang memperlihatkan hal-hal yang indah karena ini adalah sebuah fenomena.
3 tahun terakhir saya tidak pernah terpikirkan membuat sebuah Resolusi seperti yang lainnya. Karena banyak resolusi dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak terlaksana dengan baik. Dan tahun ini, resolusi saya hanya 1, kesehatan. Bahwa tahun ini akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya dimana akan ada drama yang bisa kita ceritakan kelak.
Bahwa tahun kemarin saya terkadang lupa kewajiban saya terhadap Tuhan dan tahun ini saya ingin memperbaikinya. Bahwa tahun kemarin saya cukup teledor dan saya ingin memulai nya dari awal dengan baik. Bahwa tahun kemarin saya sibuk dengan dunia saya dan tahun ini saya ingin lebih terbuka dengan sekitar. Bahwa tahun kemarin saya tidak pernah olahraga dan tahun ini saya ingin memulai dengan terencana.

SELAMAT TAHUN BARU 2018 KAWAN.

Salam 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email