Minggu, Maret 10, 2019
0

Belum lengkap rasanya liburan ke Kota Surakarta (Solo) tanpa menginjakkan kaki di Museum Keraton nya. Museum ini seolah menjadi alasan utama kenapa kita harus berkunjung ke Solo. Berada di pusat kota, museum ini dapat dijangkau dengan berbagai jenis angkutan. Bahkan tidak jarang yang kesana dengan hanya berjalan kaki. Museum ini tidak terlalu luas bila dibandingkan dengan museum-museum lainnya yang ada di Solo. Namun karena berada di kawasan Keraton, membuat museum ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari area Keraton yang sangat luas.


Setibanya di depan pintu masuk museum kita akan dihampiri becak yang menawarkan jasanya untuk mengelilingi keraton (tidak hanya museum saja). Apabila anda tertarik silahkan gunakan jasanya apabila tidak, silahkan dengarkan saja penjelasan mereka mengenai rute mana saja yang bakal kalian dapatkan dengan becak wisata tersebut. Kalau kalian tidak menggunakan jasa becak, kalian harus rela berjalan kaki sedikit untuk bisa menemukan pintu masuk museum. Tiket masuknya hanya Rp 10.000,- per orang tanpa pemandu wisata tentunya. Di area loket terdapat aneka kerajinan tangan khas keraton serta minuman dawet sebagai pelepas dahaga.


Kebetulan pas saya kesana sedang ada rombongan pelajar dari luar kota yang sedang berkunjung sehingga saya mendapat guide gratis (jangan ditiru) dengan mengekor rombongan mereka dibelakangnya. Begitu masuk area museum kita diarahkan ke sebelah kanan terlebih dahulu karena awal terbentuknya keraton bakal tersaji secara data tulisan disana. Pemimpin keraton pun bakal terlihat fotonya disana dari yang pertama hingga yang sekarang. Selain itu juga museum ini berisi peninggalan-peninggalan fisik dari keraton serta raja pada masa dahulu. Terdapat tempat duduk raja keraton dari yang pertama hingga kini, Penutup kepala yang dipakainya, hingga perlengkapan penutup tubuh sampai peralatan perangnya. 


Disana juga terdapat fragmen candi yang dipakai disetiap sudut bagunan keraton, cucuran air pada candi, patung kuda, patung tentang keluarga keraton pada masa itu, sanggan tempat perhiasan, berbagai kesenian yang diselenggarakan dahulu, serta peralatan dan perlengkapan yang ada disana bahkan kereta kencana pun ada disana. Yang sedikit mengejutkan adanya kepala kerbau keraton yang sudah diawetkan pun terdapat disana. Pun juga dengan berbagai peralatan perang serta hadiah-hadiah dari keraton lain serta tamu penting juga ada disana.



Memang tidak semua ruangan bisa kita lihat langsung karena ada beberapa yang digembok. Ditengah-tengah halamannya terdapat mushalla jaman dahulu yang masih dipakai untuk shalat, saya tidak mengambil gambar karena sedang ada yang shalat. Saya sendiri sangat antusias bisa datang kesini namun ada 1 ruangan yang tidak bisa saya masuki karena saya tidak kuat masuk di dalamnya. Jangan heran kalau kalian menemukan berbagai dupa atau kembang-kembangan dihampir setiap ruangan karena ini merupakan peninggalan bersejarah dan bernilai sehingga sudah lumrah hal seperti itu ada. Bahkan di museum-museum disana yang saya kunjungi pun sama, ada juga.


Yang jelas sangat rugi apabila kalian tidak menyempatkan mampir kesana kala sedang berkunjung di Solo. Karena akar budaya bisa dipelajari disana yang membentuk Kota Solo menjadi seperti sekarang ini. Semoga generasi milenial tidak alergi untuk datang ke tempat-tempat sejarah seperti museum ini, harapannya kedepannya merekalah yang justru mengenalkan tempat-tempat tersebut dalam lingkup yang lebih luas lagi.


Salam  

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email