Selasa, Oktober 23, 2012
0
Memasuki bulan Oktober setidaknya nasionalis kita benar-benar di pertanyakan. Bagaimana tidak, pada bulan ini beberapa moment-moment penting yang kesemuanya berkat jerih payah dan banyak pengorbanan tercipta. Seperti ditetepkannya BATIK sebagai warisan budaya dunia dan sumpah pemuda. Seperti yang kita tahu bahwa dalam mencapai nya dibutuhkan banyak sekali materi, tangisan, tenaga, darah, nyawa dan masih banyak lagi. Dan sudah seharusnya kita menghargainya dengan selalu mengingatnya dan selalu memegang teguh pada apa yang telah diisyaratkannya.
Kali ini saya akan sedikit mengulas mengenai sumpah pemuda yang mana pada 28 Oktober 2012 nanti merupakan 84 tahun yang lalu pertama kalinya diikrarkan. Sumpah pemuda merupakan sumpah setia dari hasil rumusan kerapatan pemuda-pemudi Indonesia atau yang dikenal dengan Kongres. Pemuda l dan Kongres Pemuda II. Nah, melalui kongres itulah kita bisa mengenal Sumpah Pemuda.
Kongres Pemuda I berlangsung di Jakarta, pada 30 April—2 Mei 1926. Di kongres itu, mereka membicarakan pentingnya persatuan bangsa bagi perjuangan menuju kemerdekaan. Kemudian, pada tanggal 27—28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia kembali mengadakan Kongres Pemuda II. Dan, pada tanggal 28 Oktober 1928, seluruh peserta membacakan Sumpah Pemuda. Sejak saat itu, setiap tanggal 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Rumusan itu ditulis Mohammad Yamin di sebuah kertas saat mendengarkan pidato dari Mr. Sunario pada hari terakhir kongres. Inti dari isi Sumpah Pemuda itu adalah Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Inilah yang selalu menjiwai pemuda-pemudi Indonesia dalam merebut dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda dan kemerdekaan Kelahiran Sumpah Pemuda menjadi senjata yang ampuh untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kesadaran para pemuda Indonesia saat itu pun semakin kuat karena mereka tidak berjuang sendiri. Jadi, Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia.
 
Namun dewasa ini makna agung dari sumpah pemuda itu sendiri sudah melenceng jauh dari yang diharapkan. Perilaku manusia Indonesia disana sini tereduksi dengan sifat-sifat tercela yang merebak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini merupakan bukti telah terjadinya dekadeksi moral. Fenomena perilaku kekerasan, tawuran, pemerkosaan, KDRT, Bullying di sekolah hingga tindak pidana korupsi tiada henti merupakan tanda bahwa negara mengalami persoalan berat dan akut. Dan Indonesia saat ini bagaikan Pohon Besar yang hampir  tercerabut dari Akarnya. Nilai, Semangat serta Cita-cita dahulu ketika diperjuangkan tak lagi sama dengan Nilai, semangat serta cita-cita Indonesia saat ini. Sehingga Indonesia bak Pohon yang tertiup badai sedangkan akarnya hampir saja lepas dari tanah.
Kita sebagai pemuda generasi bangsa seharusnya bersyukur dengan apa yang sudah ada sekarang. Bagaimana keadaan kita seandainya di posisi beliau-beliau saat dengan segala kekuatan memperjuangkan ini semua. Tidak pernah terpikirkan bagaimana rasanya setiap hari harus siap siaga menghadapi semuanya. Sudah semestinya kita berusaha untuk tetap menghidupkan semangat sumpah(nya) pemuda itu. Seenggak nya dimulai dari sendiri dan lingkungan sekitar.
Keep posting guys..

AHMAD NURUS SIROT

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email