Senin, November 19, 2012
0
 Senin, 19 November 2012


Malu juga sih sebenarnya baru mau posting tentang film Jakarta Hati tapi ya mau bagaimana lagi soalnya baru dapat ide juga. Berangkat dari niat sebuah komunitas pecinta film Indonesia di Semarang (Kofindo) yang mana ingin mengajak masyarakat terutama warga kota Semarang untuk selalu mencintai produksi film nasional berjaya di negaranya sendiri, saya ikutan nonton film ini di bioskop. Memang acara nonton film Indonesia ini oleh Kofindo sangat rutin diadakan setiap kamis dalam minggunya dan mereka menyebutnya #kamisbioskop. Tanggal 15 November 2012 kemarin saya beserta rombongan @kofindo beserta ibu kofindo @marianabees, @dotsemarang beserta @ASMARIE_ dan @MoiIsmiy, @whizisme serta @ZacRydo pergi ke bioskop untuk menonton flm ini.
Film Jakarta Hati ini sendiri menceritakan hal-hal yang lumprah ada di Ibu Kota Indonesia, Jakarta. Memang sih beberapa kisah juga biasa terdapat merata diseluruh pelosok negri ini namun kemasan dan besaran tingkatannya lebih komplek di Jakarta sehingga dirasa memang sangat cocok apabila Jakarta yang dipilih sebagai judul film ini. Beberapa kisah yang ditampikan dalam film ini diantaranya adalah ;
  • Orang Lain

Berkisah dua orang yang sedang dilanda perang batin yang mana masing-masing dari pasangan mereka berselingkuh dari mereka hanya karena ketidak nyamanan mereka terhadap ekspetasi dan perbedaan yang mereka hadapi. Sampai mereka juga ikutan terjebak dalam situasi yang salah ini. Seharusnya perbedaan bukan dijadikan sebagai pemisah justru pemersatu.

  •  Anggota Dewan

Cerita tentang seorang anggota dewan di senayan yang dengan terburu-buru harus menghadiri pertemuan tidak formal yang menyangkut idealisme dan masa depannya di kursi dewan. Terlepas dari itu disini juga ditampilkan bahwa tidak semuanya anggota dewan itu "kotor".

  • Profesionalisme

Berlatar belakang di sebuah kantor polsek dengan segala hiruk pikuknya. Dimana disini digambarkan bahwa polisi juga manusia. Ditambah lagi saat harus memproses kasus yang sedang melanda orang tua nya sendiri. Disisi lain kita dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit.

  • Keuangan

Di scene ini kita diarahkan untuk ikut bergabung dalam keseharian manusia pada umumnya yang mana kita selalu berurusan dengan masalah keuangan. Disini di gambar kan seorang penulis skrip film yang ambisius yang sedang bimbang keputusan diantara idealisme atau menyerah pada kepentingan industri untuk bertahan di tengah kondisi keuangan yang sulit. Belum lagi tambah sahabatnya yang sedang butuh bantuan dan anaknya yang merengek minta beli hadiah buat kawannya yang ulang tahun.

  • Dalam Gelap

Berkisah kehidupan suami istri dalam sebuah kamar yang kebetulan sekali sedang mengalami pemadaman listrik. Konflik yang dihadirkan disini sangat komplek yang memang apa adanya dalam sebuah hubungan ini, dimana isu perselingkuhan dan adanya pemanfaatan teknologi dalam utamanya jejaring sosial.

  • Darling Fatimah

Bersetting di sebuah pasar di Jakarta yang berkisah tentang seorang janda yang ceplas-ceplos dengan bahasa yang kasar namun menggelitik penontonnya. Dimana disini diperlihatkan kegundahan seorang fatimah yang sudah lelah menunggu kepastian mengenai hubungan status nya dengan sang pacar yang notabene "CINA". Dengan segala konflik yang dihadirkan di dalamnya saya rasa ini bagian film yang paling membuat saya bisa tersenyum.

Bahwa terkadang kerasnya kehidupan membuat kita kehilangan akal dan pikiran serta hatinya, namun masih ada cara untuk menemukannya kembali. Dan ini jantung ibukota, dimana hatinya?

Happy sunday,

AHMAD NURUS SIROT

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email