Sabtu, Januari 26, 2013
0
Jum'at 18 Januari 2013



Adalah Warung Makan ''Pecel Lele Lela" yang beralamat di Jalan DI. Panjaitan No. 5 (Kampung Kali) Semarang sebagai pilihan makan malam saya hari itu. Lokasi yang terletak di pinggiran jalan dengan kondisi padat pengguna jalan sangatlah mudah di jangkau dan menguntungkan dari aspek ekonomi. Saya awalnya tidak begitu tertarik untuk datang kesana sekalipun hampir setiap hari mau berangkat kuliah pasti melewati depan warungnya. Namun agaknya ekspetasi saya tentang warung ini berbelok manakala teman-teman blogger semarang, Dotsemarang berkunjung kesana dan meliputnya. Dan Jum'at, 18 Januari 2013 lah baru pertama kalinya mencobaa mencicipi hidangan disana.
Memasuki tempat ini kita akan disambut dengan lorong yang berisi tempat makan disebelah kanannya. Jangan heran kalau pramusaji disana juga menyambut kedatangn kita dengan ucapan "Selamat Pagi" walaupun hari sudah beranjak malam karena memang itu ciri khas disana. Di ruang utama nya terkesan cukup apik penataannya dengan memperhatikan dan memadupadankan warna yang pas, namun memang boleh di bilang cukup sempit. Yang saya sukai dari tempat ini adalah dengan terbatasnya ruangan (baca : sempit) namun masih saja menempatkan tempat ibadah di sisi ruangan sekalian dalam ukuran mini. Bukan hal luar biasa sebenarnya untuk ukuran warung makan di Kota ATLAS ini namun menambah point plus dari saya.
Untuk hidangannya sendiri cukup beragam. Sekalipun warung makan ini specialis lele namun disini terdapat menu makanan umum seperti warung makan lainnya, semisal ayam goreng. Untuk nasi dan sayur ternyata di jual terpisah jadi kalau menikmatinya pastikan masukkan kedua nya kedalam list pesanan anda. Saat itu saya mencoba lele fillet saus padang dan pasangan saya fillet lada hitam serta seporsi cah kangnkung sebagai pelengkapnya. Kita lebih interest ke fillet soalnya memang pada dasarnya kita tidak mau ribet urusan makanan. Dan menu diatas sangat recommended untuk anda yang katanya doyan sama makanan berbau pedas.
Hidangan berharga Rp 11.000,- untuk fillet saus padang juga Rp 14.000,- untuk fillet lada hitam serta Rp 6.000,- untuk cah kangkung habis seketika tanpa menunggu waktu yang lama. Rasa pedas yang ditinggalkan lebih dominan di bibir ketimbang di mulut seperti warung makan lainnya. Sempat tergoda untuk mencicicpi sup buah yogurt yang seperti terpajang di dinding sana sebagai hidangan penutup namun perut sudah kekenyangan. lain waktu sup buah itu akan menjadi sasaran utama santapan saya di luar menu utama lele nya. Terdapat berbagai macam camilan dan juga ada ice cream yang disedikan warung berlogo serupa starbuck ini. Tentunya hal tersebut semakin memanjakan pengunjung dan sedikit memberitahu pelanggan bahwa "Pecel Lele Lela" bukan hanya sekedar lele jualan andalannya.

AHMAD NURUS SIROT

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email