Jumat, Maret 15, 2013
0


Berbincang-bincang masalah fasilitas publik untuk para disabilitas tanpa perlu dilakukan survey sekalipun dapat kita tebak bahwa kebanyakan dari kita sangat menyayangkan, prihatin dan sejenisnya. Memang tidak salah kita memiliki prasangka seperti demikian karena memang fasilitas-fasilitas publik untuk para disabilitas ini sangat minim. Apalagi di kota yang dikenal dengan lumpianya ini, bukannya tidak ada fasilitas yang disediakan oleh pemerintah hanya saja keberadaannya yang terbatas serta jauh dari akses keseharian membuat seolah-olah fasilitas tersebut tidak ada. Memang sangat miris kedengarannya namun kitanya juga yang harus peka terhadap lingkungan dan keadaan.
Bertahun-tahun menjadi salah satu warga di Tembalang paling tidak saya tahu salah satu fasilitas publik khusus disabilitas yang ada dikawasan ini. Adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang yang terletak di Jalan Elang kelurahan Mangunharjo kecamatan Tembalang Semarang. Sebuah sekolah yang berdiri megah itulah ratusan murid berkebutuhan khusus menimba ilmu. Bukan hanya kalangan warga tembalang sendiri yang menjadi murid disana namun ada juga berasal dari berbagai daerah di Semarang dan sekitarnya.

Sekedar flashback saja bahwa saya merupakan satu dari beberapa orang yang selalu memperhatikan sekolah ini dari awal pembangunan bangunannya tersebut. Karena sekolah ini berdiri kokoh tidak jauh dari area pemakaman kakek saya yang berada ditanah sedikit puncak sehingga ketika sedang nyekar bersama keluarga akan diberi pemandangan luar biasa dari bangunan sekolah tersebut. Sekolah dengan segudang prestasi baik lokal maupun nasional sejatinya merupakan tempat yang sangat tepat buat orang dengan kebutuhan khusus. Ditunjang dengan para pengajar yang sangat kompeten sangat membantu dalam proses belajar mengajar tanpa meninggalkan background masing-masing siswa.
Memang sejauh ini fasilitas buat orang disabilitas cukup sedikit bahkan terbilang hampir tidak ada. Saya pun menyadari akan hal tersebut namun kalau boleh saya bilang janganlah selalu menyudutkan pemerintah akan minimnya fasilitas tersebut. Paling tidak sejauh ini apa yang sudah ada sebisa mungkin kita manfaatkan serta rawat. Karena memang kenyataannya fasilitas untuk orang berkebutuhan khusus sering kali disalahartikan oleh orang yang katanya "NORMAL" dengan ikut serta memanfaatkan fasilitas tersebut bahkan terkesan merusak. Saat ini yang dibutuhkan adalah komitmen kita sebagai orang "NORMAL" dengan ikut serta dalam merawat fasilitas untuk orang disabilitas agar senantiasa fasilitas terjaga dengan baik dan sebagaimana mestinya.

"Mereka tidak perlu belas kasih kasihan, yang mereka perlukan hanya kesempatan. Kesempatan mendaptakan ruang untuk mengembangkan potensinya."
(Bapak Ciptono, Kepala Sekolah)

"Tuhan menciptakan makhluknya pasti tidak akan ada yang sia-sia, ada kelebihan pasti ada kelemahan juga diseiap kelemahan pasti ada kelebihan, sebab itulah tugas sebagai pendidik anak berkebutuhan khusus mencari batang-batang emas yang tertimbun lumpur dan pada akhirnya dapat menghasilkan emas murni yang tidak ternilai harganya "
(Wakasek Kesiswaan)

"Mereka yang memiliki keterbatasan fisik bisa menghasilkan karya yang sehebat dan bahkan lebih bagus dari orang-orang yang sempurna fisiknya. Seharusnya saya pun bisa. Dan kalau ingat betapa banyak waktu yang saya sia-siakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, saya malu"
(Fita Cakra, blogger)

Salam damai,

AHMAD NURUS SIROT

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email