Selasa, Januari 06, 2015
0


Pergantian tahun 2014 menuju 2015 kali ini sedikit berkesan. Bosan hanya melihat gempita ratusan warga Semarang berkumpul menunggu kembang api, kaki ini membawa diri ke sebuah tempat bernama Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Di tempat berkumpulnya para seniman Semarang ini juga menyelenggarakan hajatan penyambut pergantian akhir tahun 2014.
Mengambil tema Gong Akhir Tahun 2014 : We Love Semarang, Dewan Kesenian Kota Semarang menyelenggarakan acara puncak dari serangkaian acara yang sudah beberapa kali diadakan. Puncak acara yang dibarengkan dengan acara pergantian tahun baru ini berlangsung selama dua hari, yaitu 30 dan 31 Desember 2014.
Selama dua hari pagelaran, Dewan Kesenian mengapresiasi para musisi, seniman, dan para penggiat seni lainnya dalam berbagai cara. Diantaranya adalah pemutaran atau apresiasi film indie Semarang, kesenian tradisional, pentas komedi Semarang, parade band, penerbangan lampion dan pembakaran ogoh-ogoh sebagai penanda pergantian tahun.


Duduk dibarisan terdepan penonton memberi saya ruang menonton yang amat sangat lega menikmati berbagai suguhan malam itu. Walaupun pengunjung tidak begitu ramai kondisi tersebut mampu membawa kita terhanyut dalam hentakan nada-nada yang terus mengalun sepanjang malam. Saya belum bisa memainkan alat musik, suara saya pun sangat hancur sekali tetapi cara bermain mereka membuat saya takjub dan enggan beranjak dari kursi dingin kali itu.


Menjelang pergantian tahun, panitia membagikan sebuah kertas harapan kepada semua pengunjung. Kertas tersebut bisa diisikan harapan, cita-cita, keinginan yang ingin dan semoga tercapai di tahun 2015 nantinya. Kertas pengharapan seharusnya dibakar bersama ogoh-ogoh namun sebagian masyarakat memilih menerbangkannya bersama lampion. Pembacaan puisi dan nyanyian-nyanyian kejawen mengiringi pergantian tahun di TBRS, diikuti renungan dan do'a bersama.


Dan pagelaran pun ditutup penampilan band Sangkala yang piawai menyanyikan lagu-lagu hebatnya musisi Iwan Fals. Tubuh ini pun enggan beranjak sampai alunan lagu terakhir di dendangkan. Terima kasih Dewan Kesenian Kota Semarang beserta semua musisi, seniman, komunitas, fotografer, penggiat seni serta masyarakat yang sudah memberi suasana berbeda mengisi malam pergantian tahun 2014. I Love Semarang, We Love Semarang.

Salam Blogger

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email