Sabtu, November 03, 2012
0
Kali ini saya ingin mereview sebuah film asal thailand yang berjudul "First Love". Dari judulnya sih awalnya saya menduga kalau ini film asal jepang ternyata saya yang keliru. Film yang aslinya berjudul Crazy Little Thing Called Love ini merupakan film komedi romantis khas anak muda jaman sekarang ini. Dimana cerita ini berlatar belakang cinta di waktu SMP. Pernah naksir sama kakak kelas kan? Nah cocok banget sama film ini.

Dalam film ini sangat kental diperlihatkan kegigihan seorang Nam (pemeran utama ceweknya) dalam usaha nya mencuri perhatian Shone (Aktor utama) yang sudah menyukai nya sejak kelas 1. Nam yang pada awalnya berpenampilan "Buruk Rupa" sedikit demi sedikit mulai belajar menjadi seorang "PUTRI". Selain itu juga berusaha memperbaiki prestasi di sekolahnya dan harus mendapatkan rangking 1 supaya bisa melanjutkan pendidikan di Amerika dan bertemu dengan ayahnya yang bekerja disana. Dengan masuk ekstrakulikuler tari klasik, drama, dsb juga merupakan salah satu taktik Nam menggaet Shone.
Nam tidak lelah untuk terus dan terus belajar sekalipun pada awalnya dia ragu akan kemampuannya sendiri. Akan tetapi demi Shone dia mau melalui semuanya. Dan memang Nam mampu membuktikan bahwa dia mampu menaklukannya sampai akhirnya dia menjadi sedikit terkenal di sekolahan. Namun sayang terkenalnya dia membuat ada sedikit jarak dengan 3 sahabatnya yang menemaninya sejak Nam belum apa-apa menjadi apa. Berbanding terbalik dengan hubungannya bersama Shone yang semakin dekat. Saat Nam sedang dekat dengan Shone sahabat lama Shone yang bernama Top ternyata suka dengan Nam dan menyatakan rasa cintanya pada Nam. Dalam kebingungan itu Nam menjalani hubungan tanpa status dengan Top.
Meskipun Top sedang dekat dengan Nam namun Nam justru semakin dekat dengan Shone. Kemesraan Top yang ditunjukkan buat Nam justru membuat Shone cemburu namun Shone hanya bisa diam karena Top adalah sahabat nya dari kecil. Shone tidak ingin merusak persahabatannya hanya karena sebuah cinta. Akan tetapi dengan begitu Shone malah terjebak dalam cinta semunya. Shone hanya bisa meluapkan rasa cintanya melalui sebuah foto yang diabadikan karena memang Shone punya bakat di fotografer.
Di hari terakhir Nam berusaha mengatakan isi hatinya kepada Shone yang sudah di pendamnya selama 3 tahun terakhir. Bermodal tekad bulatnya yang kuat Nam mengatakan perasaannya saat Shone sedang mengabadikan gambar sekolahan di kolam renang. Dengan rasa gugup Nam meluapkan perasaannya namun hal pahit yang justru dia dapatkan. Shone sudah pacaran sama Pin seminggu yang lalu. Shone terpaksa berpacaran dengan Pin karena sebelumnya sudah berjanji pada Top bahwa dia tidak akan mencintai Nam. Hal itu membuat Nam benar-benar patah hati. Ternyata perjuangannya selama ini tidak semanis dengan hasil yang diperolehnya.
Setelah lulus, Nam memutuskan akan melanjutkan studinya di Amerika dan Shone di Bangkok sekaligus sebagai tim sepak bola Bangkok. Di Amerika ternyata Nam sukses menjadi desainer kenamaan begitu pun dengan Shone yang sukses dengan sepak bolanya. Namun agak sedikit berbeda bahwa Shone memutuskan berhenti bermain sepak bola dan menjadi fotografer profesional. Saat kembali ke Thailand, Nam dipertemukan dengan Shine dalam sebuah reality show dan disitulah cinta mereka berkembang kembali.
Film ini cocok buat anda yang tidak terlalu menyukai film berat yang beraliran drama romantis. Selain itu juga sangat cocok untuk Anda yang ingin mengenang masa-masa indah ‘cinta monyet' disekolah, persahabatan, cinta segitiga, kecerian dan pahit-getir nya kehidupan Sekolah dulu, film ini akan membawa Anda ke memori itu. Mungkin tidak ada salahnya Anda menyaksikannya dengan para teman sekolah Anda dulu sebagai ajang reuni? Sepertinya akan menyenangkan... :)
Pesan saya jadilah dirimu sendiri. Berubah menjadi lebih baik itu memang bagus akan tetapi apabila itu didasari dari dalam hati sendiri bukan karena orang lain. Masa-masa SMP memang merupakan masa cinta monyet namun apabila memang dia jodoh anda dia pasti akan bersama anda suatu saat kelak.
See you soon,

AHMAD NURUS SIROT






0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email