Kamis, Januari 22, 2015
0
Foto : Narsis di Unnes

Selepas ikut acara Jalan sehat, kaki ini melangkah ke atas di daerah Gunung Pati Semarang. Sembari mencari makan siang, kita juga menyempatkan diri mengabadikan berbagai gambar di gerbang depan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). Taman di pintu masuk ini memang cukup menghipnotis masyarakat yang lewat di depannya untuk mampir berfoto ria. Berbagai sudut menjadi background foto kami berlima.
Landmark Unnes berbentuk seperti Globe menjadi spot incaran tersendiri. Begitu juga dengan nama kampus yang berdiri kokoh menyambut mahasiswa, dosen maupun tamu menjadi salah satu spot terbaik yang sering digunakan masyarakat. Namun otak ini sejenak berfikir dengan larangan foto bertiga yang terucap dari salah satu kawan yang juga merupakan mahasiswa ekonomi pembangunan disini.

 Foto : Teman-teman sekantor  (Perhatikan bagian kanan bawah)

Batinku tidak puas manakala dia hanya beranggapan itu mitosnya, namun karena dia mahasiswa disini mungkin saja ada beberapa kejadian di Unnes sehingga dia bisa berucap demikian itu. Tapi apa daya, dia juga tidak bisa secara gamblang menjelaskan dan merinci alasannya. Sekali lagi, saya mengetahui mitos yang baru saya ketahui, "Dilarang Foto Bertiga".
Berbekal rasa penasaran yang ada, saya mencoba googling dan mendapati berbagai mitos yang bisa menjelaskan sedikit rasa penasaranku. Bahwa foto bertiga, mitosnya yang berada di tengah pas foto akan mati duluan atau bisa jadi mereka akan terpisah jauh barangkali sampai beda pulau bahkan negara. Mitos ini berasal dari Vietnam yang kala itu kilat yang muncul dari lampu dan gas akan mengambil jiwa orang yang berada di tengah dalam sebuah foto bertiga, dan orang tersebut akan meninggal dunia karena jiwanya terambil.
Di Indonesia sendiri ternyata mitos ini juga sudah turun-temurun namun baru di usia seperembat abad ini saya baru mendengarnya. Bahkan mitosnya lagi jika ada orang berfoto bertiga, maka ada satu makhluk halus yang ikut berfoto bersama mereka untuk menemani orang ketiga sehingga seringkali menimbulkan penampakan fotografis. Jadi, apakah kalian percaya mitos tersebut?

Salam Blogger

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Follow by Email