01.19.00
0
Jum'at, 01 Maret 2013



Sebagai warga negara Indonesia kita harus berbangga hati karena hampir disetiap wilayah di negara ini memiliki warisan-warisan cagar budaya alam yang sangat banyak, indah, eksotik, dan tentunya bersejarah. Dan hampir kesemuanya sama jenisnya namun bentuk dan motif yang beragam semakin memperkaya kekayaan kita tersebut. Terlebih lagi hal tersebut kebanyakan dijadikan objek wisata yang sangat potensial. Sah-sah saja warisan dimanfaatkan komersial namun hanya saja harus diimbangi dengan pemeliharaan yang bersifat kontinyu. Juga kita sebagai penikmat dan bukan pembuat agaknya juga harus bersadar diri bahwa itu adalah warisan leluhur yang membuktikan bahwa mereka pernah ada, pernah berkarya, pernah menggunakan atau menempati suatu cagar budaya tersebut.
Kalau ngomongin soal warisan budaya (heritage culture) untuk kota Semarang sendiri cukup punya banyak juga, hanya sayangnya adalah tidak banyak yang saya ketahui jenis dan macamnya. Yang jelas pandangan saya warisan budaya dari kota Semarang sendiri tidak jauh-jauh ngomongin soal kawasan Kota Lama, Tugu Muda, Lawang Sewu, dsb. Masih banyak sebenarnya cuma memang mungkin itu yang sekedar terlintas.
Kota Lama Semarang merupakan citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu. Ditempat ini banyak berdiri bangunan nan eksotis dan megah peninggalan kolonial Belanda yang menyimpan segudang cerita. Disekitar Kota Lama Semarang ini di bangun kanal-kanal air yang keberadaannya masih bisa disaksikan hingga kini, meski kurabg terawat. Maka tak mengherankan Kota Lama Semarang mendapat julukan sebagai Little Netherland. Lokasinya yang terpisah dengan lanskap mirip kota di Eropa serta kanal yang mengelilinginya menjadikan Kota Lama seperti miniatur Belanda di Semarang.
Seperti yang kita ketahui bahwa awal Oktober 2012 kemarin Pemerintah Kota Semarang menggandeng Oens Semarang Foundation menggelar Festival pertama bertaraf internasional di Kawasan Kota Lama Semarang ini. Festival dengan tema Toward Semarang World Heritage 2020 mengandung banyak sekali isi di dalamnya, diantaranya : Konferensi Internasional 2012 yang diadakan di Gereja Blenduk, festival kuliner yang menyajikan makanan tempo dulu dalam atmosfer tempo dulu, tur mobil tua atau antik, sepeda, vespa tua dan tidak ketinggalan ada mobil pertama Bung Karno.
Upaya yang diadakan Pemerintah Kota Semarang bukan hanya sekedar mengokohkan Semarang dengan Kawasan Kota Lama nya sebagai salah satu cagar budaya nasional namun juga dunia. Dan sebagai warganya kita patut berbangga hati akan pesona yang ada disini serta percaya bahwa Semarang itu Luar Biasa.

Salam perdamaian,

AHMAD NURUS SIROT

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter

Google+ Badge

Follow by Email